Bermain Dan Belajar Bersama (Simpul Selatan) Tanpa Gadget!


Salam sejahtera kawan-kawan.

Tidak terasa ya zaman sudah silih berganti. Dan dizaman sekarang saya pribadi sudah sangat jarang sekali melihat anak-anak kecil yang bermain permainan Tradisional, Tidak seperti pada zamanku dulu hehe maklum anak 90an .

Zaman sekarang anak-anak Sekolah sudah tidak bisa jauh dari yang namanya Gadged/Smartphone, Jauh sekali dari zamanku dulu.

Bukan hanya itu minat baca bukupun sudah mulai ditinggalkan karena anak-anak zaman sekarang lebih memilih untuk bermain dengan Gadged/Smartphone hanya untuk bermain game online/offline, Dan yang harus kita waspadai mereka diberitahu oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk membuka konten-konten Negatif seperti video kekerasan dan yang lebih parah adalah mengunggah situs porno. ya ampunnnn!

dan dizaman sekarang banyak sekali orang tua dengan sangat bangga melihat anak mereka sudah bisa bermain menggunakan Gadged/Smartphone diusia yang masih anak-anak! uhhhhh sangat disayangkan. Karena diusia anak-anak alangkah baiknya bila si anak di jauhkan dari pengaruh Gadged/samartphone. karena banyak sekali hal-hal Negatif yang bisa menyebabkan anak tumbuh menjadi Seorang yang pemalas! kenapa tidak bermain permainan Tradisional saja?

Ida sari, ibu rumah tangga di Bogor mengatakan."Mainnya dimana? udah jadi Pabrik semua"

Miftah farid, Buruh Tani "Atos teu aya bahan upami midal kaulinan eta" Sudah tidak ada bahan untuk membuat permainan itu.

Faktor penyebab Permainan Tradisional mulai dilupakan!

Lahan yang semakin sempit, tentunya lahan sangat berpengaruh dalam permainan tradisional yang berkelompok, beda dengan jamanku dulu, yang masih banyak kebun - kebun luas, sawah - sawah terhampar indah. sedangkan sekarang bisa kita lihat dimana tempat kita bermain dulu sudah menjadi Bangunan kokoh da terlarang untuk bisa kita bermain disana.

bahan baku bagi permainan tradisional kini punah seiring tergurusurnya lahan bermain. Misal saja bambu, tanaman yang menjadi bahan baku permainan seperti Enggrang, Layangan, dll kini sangat jarang ditemukan didaerah yang sedang gencar membangun peradaban kota.

Tapi walaupun zaman sudah berubah masih ada ko orang-orang yang peduli dengan Hal-hal Positif, kuy kita berkenalan dengan akang-akang kasep & neng gelis dari Komunitas Simpul Selatan Bogor.

Ini berbagai kegiatan positif dari teman - teman kita.


Foto bersama sesudah Mengajarkan permainan Tradisional (Enggrang), "walau banyak luka dilutut tapi tetap seru" Ujar Ari, anak - anak


Akang dan teteh sedang Ucing-ucingan (Bermain bersama), agar anak lebih percaya diri, Sejaenak jauhkan anak dari Gadged/smartphone.

Antusias anak Membaca buku di Lapak Simpul (Running Library). Mengenalkan buku sejak dini, sebuah langka kecil menuju perubahan besar.

Teteh - teteh Simpul Selatan saat mengajarkan mewarnai gambar, agar anak Tumbuh menjadi lebih kreatif.


setiap pelaku perubahan selalu punya pemahaman yang dipegang kuat di dirinya, dimana ada kemauan, disitu pasti ada jalan untuk keberhasilan. 



"MENGIKAT TAK MENJERAT"





Mengenal lebih jauh teman - teman kita dari komunitas Simpul selatan.
FB : Simpul Selatan
IG : @simpulselatan




(SCA.RW)

Komentar

Postingan Populer